Cara Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

KPR memang kerap dianggap memiliki proses yang “ribet”. Masalah lain muncul karena beban tunggakan. 

Para pembeli atau debitur biasanya kurang memperhitungkan prediksi cicilan per bulan KPR yang harus dibayarkan. 
Cicilan yang dibayarkan tiba-tiba membengkak karena bunga bank yang tiba-tiba meningkat akibat dari floating.

KPR sendiri diatur dan dijaga kelancaran sistem pembayarannya oleh Bank Indonesia sebagai bank sentral di Indonesia.

Peraturan Bank Indonesia (PBI) menentukan besaran uang muka yang harus dipersiapkan oleh nasabah atau calon pembeli rumah.

Pada tahun 2013 lalu, PBI menentukan calon nasabah harus menyiapkan dana sebanyak 30% dari harga jual properti. 

Namun, sejak tahun 2015, angka tersebut dilonggarkan ke angka 20%.

Syarat KPR yang Wajib Dipenuhi

Untuk mengajukan KPR, calon nasabah harus memenuhi beberapa syarat yang ada, yaitu:

  • Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia
  • Karyawan tetap yang memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun
  • Wiraswasta yang memiliki usaha yang telah berjalan minimal 3 tahun
  • Profesional yang telah melakukan praktek selama 2 tahun
  • Berusia minimal 21 tahun
  • Tahapan Pengajuan KPR

Secara umum, ada beberapa tahap yang harus dilewati untuk proses pengajuan KPR, yaitu;

  • Memilih properti (rumah, apartemen, ruko/rukan, dll) yang diinginkan,
  • Memilih bank penyedia KPR,
  • Mengisi formulir pemesanan properti,
  • Membayar biaya booking atau booking fee,
  • Membayar uang muka atau down payment (DP),
  • Mengisi formulir pengajuan kredit,
  • Menyiapkan dokumen,
  • Analisa permohonan kredit oleh bank,
  • Survey appraisal nilai aset properti oleh bank,
  • Akad kredit di depan notaris,
  • Membayar cicilan setiap bulan selama masa tenor,
  • Ketika akad kredit dilaksanakan, biasanya nasabah akan diminta untuk juga melunasi biaya administrasi pengajuan KPR.

Ada beberapa dokumen yang harus disiapkan oleh calon nasabah. Dokumen tersebut di antaranya:

Maksimum Pemberian Kredit oleh Bank

Batas maksimum jumlah pemberian kredit oleh penyalur KPR kepada nasabah ditentukan oleh pemerintah. 

Bank Indonesia menjadi pembuat peraturan atas transaksi ini.

Menurut peraturan tahun 2015 tentang Loan to Value (LTV), jumlah maksimal pemberian kredit adalah sebesar 80% dari total harga rumah untuk kepemilikan pertama.

Kebijakan tersebut rencananya akan diubah pada Bulan Agustus 2016 menjadi 85%.

Hal ini memungkinkan calon nasabah untuk dapat membayar uang muka atau down payment (DP) hanya sebesar 15% dari harga rumah pada kepemilikan rumah pertama. 

Berikut rinciannya:

KPR Subsidi untuk MBR

KPR subsidi merupakan salah satu bentuk kebijakan dari pemerintah. 

Lewat program ini, bunga KPR debitur atau nasabah yang telah memenuhi persyaratan tertentu akan diberikan subsidi oleh pemerintah.

Misalnya, bila Anda memiliki KPR dan harus membayar bunga sebesar 13%, maka Anda tidak perlu membayar sebesar 13% jika lewat KPR subsidi. 

Karena Anda akan mendapatkan subsidi bunga dari pemerintah yang besarannya biasanya 2% atau 5%.

KPR Syariah

KPR Syariah adalah suatu skema pembayaran rumah yang menganut nilai-nilai dan prinsip-prinsip bertransaksi secara islami.

Landasan transaksi bank syariah didasarkan pada hukum agama Islam. 

Beberapa prinsip yang dipegang di antaranya:

  • Transaksi harus jelas dan transparan bagi kedua belah pihak; dalam hal ini nasabah dan penyedia KPR Syariah,
  • Transaksi tak boleh merugikan salah satu pihak; dengan kata lain, untung rugi ditanggung bersama kedua belah pihak,
  • Debitur atau nasabah tidak dibebankan bunga, karena dianggap riba. Bank akan mengambil margin keuntungan dari debitur yang disepakati di awal akad.

Banyak orang yang mengira bahwa produk bank syariah hanya dikhususkan untuk pemeluk agama Islam.

Pada kenyataannya, produk bank syariah diperuntukkan bagi siapa pun; bagi seluruh kalangan dari berbagai agama.

Jika calon nasabah merasa cocok dengan sistem syariah, tentunya ia dapat bertanya lebih rinci mengenai informasi produk syariah di bank tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Butuh Bantuan Klik Di sini