Konsep Rumah Anti Gempa Ala Jepang

Prinsip Dasar Konstruksi Rumah Jepang

Banyak yang kemudian berpikir, kita perlu mempersiapkan diri agar selamat dari guncangan gempa. Padahal yang harus kita sadari adalah, terjadinya gempa bumi tidak secara langsung dapat membunuh manusia, namun puing-puing rumah yang ambruk saat terjadi gempa lah yang dapat menyebabkan korban jiwa dari bencana alam tersebut.

Berangkat dari kesadaran tersebut, masyarakat Jepang kemudian memiliki prinsip dasar konstruksi dalam membangun sebuah rumah atau bangunan anti gempa, yang mungkin bisa kita terapkan juga di hunian kita.

  1. Pemakaian material bangunan yang ringan

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, pada dasarnya bukan gempa yang dapat membunuh seseorang, namun tertimpa reruntuhan rumah akibat gempa yang dapat menyebabkan seorang kehilangan nyawanya. Maka, alangkah lebih baiknya jika bangunan dibangun dengan material yang lebih ringan, seperti penggunaan material kayu sebagai rangka bangunan serta penggunaan bata ringan dan rangka baja ringan.

  1. Simetrisitas dan struktur bangunan sederhana

Kesalahan ini sangat sering kita temui khususnya pada pemukiman padat penduduk di Indonesia. Sering sekali masyarakat mengabaikan struktur bangunan dan simetrisitas dari rumah yang akan mereka bangun, dengan alasan terbatasnya ketersediaan lahan yang ada, serta pemanfaatan lahan kosong.

Faktanya, struktur bangunan yang sederhana dan simetrisitas bangunan dapat menahan efek guncangan gempa lebih baik daripada bangunan yang bentuknya tidak beraturan. Hal itu disebabkan kekuatan gempa yang terjadi dapat terdistribusi secara merata ke seluruh elemen struktur bangunan. Selain itu, alangkah lebih mudah untuk menentukan letak titik kolom dan pondasi sebagai rangka rumah apabila struktur bangunannya sederhana dan juga simetris.

  1. Sistem konstruksi penahan beban

Pastikan bahwa seluruh komponen elemen bangunan, baik struktural dan non-struktural terikat dengan baik satu sama lain. Penyatuan struktur pondasi, kolom, balok, dan struktur atap melalui sambungan yang memadai, serta diperlukan struktur menyilang dan pengikat di setiap sambungannya untuk memperkokoh bangunan dan membantu bangunan menyalurkan beban gempa secara lebih merata.

  1. Desain knock down

Desain knock down (dapat dibongkar pasang) merupakan desain rumah anti gempa yang paling terkenal di populer kan oleh masyarakat Jepang. Saking populernya, menggunakan desain rumah knock down merupakan sebuah tren dan dianggap sebagai bagian gaya hidup urban masyarakat Jepang.

Bangunan yang dapat dibongkar pasang memungkinkan tingkat kerusakan yang kecil karena tentu saja terbuat dari material yang tidak permanen layaknya rumah yang dibangun dengan coran semen. Penggunaan desain knock down memungkinkan penggunananya menggunakan konstruksi dinding/sekat yang terbuat dari bahan kayu atau tripleks.

Awal mula desain rumah anti gempa di Jepang

Di era prasejarah hingga abad ke-2 SM, jauh sebelum adanya teknologi modern, pemukiman masyarakat Jepang pada umumnya hanya berupa rumah sederhana dengan lantai dan dinding dari tanah liat serta beratapkan jerami. Ide pembangunan rumah berupa lantai, dinding tanah liat dan atap jerami ini didapatkan masyarakat Jepang dari hasil observasi mereka dari peristiwa alam yang sering menimpa mereka, seperti gempa dan badai taifun.

Setelah masuknya masyarakat Cina ke Jepang, bangunan-bangunan monumental untuk kepentingan komunitas dan agama pun mulai dibangun. Akulturasi budaya Jepang dan Cina mempengaruhi gaya arsitektur bangunan di Jepang pada saat itu, seperti modifikasi balok tumpuk di ujung atas tiang bangunan keagamanaan Jepang yang bahkan masih bisa kita temui sampai saat ini.

Kemudian pada abad VIII, sejumlah kuil yang terletak di hutan pinggiran kota mengatur tata letak serta menyesuaikan bentuk dan ukuran bangunannya agar sesuai dengan kontur wilayah yang bergunung-gunung. Pada masa itu terlihat masyarakat Jepang mulai memikirkan bagaimana seharusnya sebuah bangunan dibuat berdasarkan klasifikasi geografis wilayahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Butuh Bantuank Klik Di sini