Keunggulan Rumah Bambu

Selama ini memang ada anggapan bahwa rumah dari bahan alami ini dinilai sebagai bentuk yang kurang menarik dan tidak layak dijadikan hunian.

Namun jangan salah, saat ini banyak tempat wisata atau penginapan yang mulai mengaplikasikan material alam ini dalam desainnya.

Bahkan dengan desain tertentu bangunan dari bambu justru dinilai memiliki nilai seni yang tinggi, dan banyak diminati pengunjung di tempat wisata.

Rumah bambu bisa dibilang salah satu warisan budaya, dimana kita tahu bahwa banyak sekali rumah adat yang terbuat dari bambu.

Untuk jenis bambu yang banyak ditemukan dan digunakan antara lain adalah bambu batu alias petung yang memiliki diameter 20 cm dan panjang hingga 25 m.

Biasanya digunakan untuk tiang atau penyangga bangunan, termasuk mebel dan lain sebagainya.

Selain bambu batu, jenis bambu hitam yang memiliki diameter 14cm dan panjang sekitar 20 m juga banyak digunakan untuk furnitur, kerajinan tangan hingga alat musik.

Jenis yang ketiga adalah bambu apus, dengan diameter maksimal 10 cm, yang biasanya digunakan sebagai tanaman pagar penghias.

Dijadikannya bambu sebagai material bangunan tentu bukan tanpa alasan, karena banyak sekali keutamaan bahan ini.

Salah satunya adalah jumlahnya sangat banyak jadi gampang didapatkan, bahkan bambu kini menjadi opsi lain mengingat material kayu kian menipis.

Berikut keuntungan menggunakan bambu untuk membuat rumah:

Karakternya yang ringan, elastis sekaligus kuat

Bambu diketahui memiliki kekuatan tarik yang tinggi. Sifatnya yang ringan dan lentur bisa menahan beban berupa tekanan maupun tekukan.

Bahkan disebut-sebut kemampuan bambu untuk jenis tertentu setara besi dan beton.

Lihat saja beberapa negara di Eropa yang sudah menggunakan bambu sebagai kerangka jembatan untuk dilewati mobil.

Dalam bangunan rumah, bambu bisa berfungsi sebagai tulang beton dengan harga yang lebih terjangkau.

Mudah dan murah

Sayangnya, di Indonesia yang memiliki 12% koleksi bambu dunia dengan persediaan yang melimpah justru menganggap penggunaan bambu bersifat semi permanen dan tidak menarik.

Padahal selain mudah dijumpai, perawatan bambu juga mudah ketimbang material lain seperti kayu.

Karena bambu sangat mudah dipotong, dilubangi dan tidak perlu peralatan canggih untuk mengaplikasikannya.

Dan kalau Anda memilih rumah bambu sebagai hunian, masa pembangunannya terbilang singkat lho sehingga akan menghemat biaya yang dikeluarkan.

Ramah lingkungan

Ini tentu sudah jelas ya, karena bambu sendiri merupakan bahan alami, sehingga bisa dibilang, rumah bambu lebih ramah lingkungan dibanding rumah yang menggunakan logam, besi, kawat, fiber, atau yang lainnya.

Sifatnya yang dapat mengikat atau menyimpan air, membuat halaman rumah bambu yang memiliki sumur tidak akan pernah kekurangan air.

Lalu bambu juga menghasilkan oksigen 35% lebih besar dibanding tanaman lain, sekaligus menyerap karbondioksida juga lebih ?banyak.

Memberikan sirkulasi udara yang baik

Bambu memiliki rongga di bagian dalamnya, selain berfungsi sebagai bracer yang bisa memperkuat dan membuatnya jadi lebih elastis, rongga ini juga bisa meredam panas matahari di siang hari.

Sementara saat malam, bambu akan menyimpan udara dingin dan melepaskannya di siang hari, sehingga udara di siang hari akan terasa lebih sejuk.

Sirkulasi udara dalam rumah juga akan berjalan sangat baik, karena celah-celah yang terdapat pada dinding rumah bambu membuat sinar matahari dan udara mengalir dengan baik.

Jadi Anda bisa lebih hemat, karena tidak perlu menggunakan AC bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Butuh Bantuank Klik Di sini